Menyederhanakan Masalah

Menyederhanakan masalah

Menyederhanakan Masalah

Anda tentu sering mendengar orang berkata “ Masalah begitu saja kok jadi ribet” , itu artinya orang yang sedang mendapat masalah tidak mampu menyederhakan masalah sehingga  bisa jadi masalahnya tidak bisa diatasi atau bahkan akan menjadi masalah baru. Seorang problem solver dituntut dapat menyederhanakan masalah dengan mencari jalan terpendek atau menyederhanakan masalah sehingga masalah bisa mudah diselesaikan. Dalam ilmu eksakta untuk menyelesaikan suatu problem juga ditutut kemampuan menyederhanakan masalah. Contoh berikut adalah salah satu cara menyederhanakan masalah dalam  trigonometri bangun datar.
Dasar acuan :
1. Trigonometri adalah perbandingan.
2. Trigonometri sudut , misal sin30 , tan45 dll , adalah bilangan sehingga bisa digunakan sebagai
panjang sisi bidang datar.
foto menyederhanakan masalah 1

Langkah :

  1. Karena trigonometri adalah perbandingan , ambil sisi yang menjadi bagian semua komponen dan misalkan panjang sisi tersebut dengan bilangan bulat sederhana. Misal BT = 1
  2. Nyatakan panjang sisi sebagai variable trigonometri.
    Segitiga BDT :
    sinB = DT/BT à sin50 = DT/1 à DT = sin50
    cosB = BD/BT à cos50 = BD/1 à BD = cos50
    Segitiga ABT :
    sudut ABT = 180-50 = 130 , maka sudut ATB = 180 – (25+130) = 25 , sehingga ABT sama sisi . AB=BT=1
  3. Dari kedua langkah di atas kita ilustrasikan menjadi gambar berikut:

foto menyederhanakan masalah 2

AB = 2 BD
1 + BC = 2 cos50
1 + (cos50 – CD) = 2 cos50 à CD = 1 – cos50

segitiga CDT :
tanθ = CD/DT = (1 – cos50)/sin50
tanθ = (2 sin25 sin25)/(2 sin25 cos25) à tanθ=tan25 à θ=25o